23 Jan
Admin
12:00:00

Praktek Kerja Lapangan (PKL) D III Kebidanan

PKL KEBIDANAN KOMUNITAS

Salah satu hal yang paling menyenangkan ketika anda memutuskan kuliah kebidanan adalah PKL Kebidanan Komunitas. Seperti halnya Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) lainnya, kegiatan ini dilakukan demi menjalani profesi kami kedepannya secara real. Terjun di masyarakat secara langsung, melakukan survey ke tiap – tiap rumah penduduk, melakukan musyawarah, intervensi dan membuat semiar hasilnya, merupakan bagian dari kegiatan PKL tersebut. Menyenangkan pastinya, karena kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa tingkat III semester V yang memenuhi syarat, maksudnya mahasiswa yang sudah menyelesaikan seluruh tanggungan perkuliahan semester V dan kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu penuh.

Kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahapan :

      1. Penyerahan

Mahasiswa diserahkan dari kampus ke desa terkait. Penyerahan dilakukan di kecamatan dan dihadiri oleh Bapak Camat, Bapak Kapolsek, Bapak Ndandim, Bapak Lurah, Bapak RW, Bapak RT, Kapuskes, Bikor, Bidan Desa, Kader dan tokoh masyarakat.

      2. Survey Mawas Diri (SMD)

Merupakan kegiatan awal yang dilakukan mahasiswa setelah proses penyerahan dari kampus ke desa tujuan. Mahasiswa melakukan pendataan ke masing – masing kepala keluarga. Meliputi data pribadi, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta masalah – masalah yang terjadi. Sasarannya jelas karena kami berasal dari prodi kebidanan, maka sasaranya adalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Gambaranya kami melakukan survey ke masing – masing RW yang terdiri dari beberapa RT, karena ini komunitas dan biasanya ada di Desa – desa yang jauh dari perkotaan, maka jalannya pun tidak semulus jalan tol. Bahkan masih tanah bebatuan, kami harus berjalan kaki karena mungkin kendaraan tidak dapat lewat ( tidak semuanya sih..), tapi hal tersebut menyenangkan karena dilakukan bersama teman – teman 1 kelompok. Sembari bercanda menyusuri jalan – jalan setapak, menyapa warga, mengetuk pintu rumah satu persatu. Ada yang mempersilakan dengan ramah, menjawab pertanyaan dengan mudah dan kadang melepas dahaga kami dengan air teh hangat khas masyarakat desa. Tapi tak sedikit pula yang memandang dengan sinis (karena belum tau), tidak membukakan pintu atau malah menyuruh kami pergi karena dikira minta sumbangan..puufff…tapi itulah seni dari SMD.

      3. Tabulasi

Kegiatan ini dilakukan mahasiswa setelah proses SMD selesai. Kegiatan ini dibagi  menjadi dua, yaitu dengan cara mengumpulkan seluruh data yang didapat dari tiap anggota kelompok yang nantinya menjadi sebuah tabulasi kelompok kecil ( 1 kelompok) dan mengumpulkan setiap tabulasi kelompok kecil menjadi tabulasi kelompok besar (1 kelas).

Gambaranya, masing – masing dari kami memberikan hasil dari SMD tiap – tiap KK, kemudaian salah satu dari kami menjumlahkan hasil yang masing – masing dari kami dapatkan. Pada kesempatan ini biasanya akan terjadi ribut – ribut kecil antar anggota kelompok karena kurang singkronnya data, tapi tetap dengan canda – tawa…xixixi. Setelah kelompok kecil selesai, data tersebut akan akan kami gabungkan dengan kelompok besar. Kemudian kami membuat lembar balik (flip chart) dengan cara menggambar dan menempel.

      4. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

Mengumpulkan seluruh masyarakat desa untuk duduk bersama memusyawarahkan hasil dari tabulasi kelompok dalam penyajian yang nantinya secara mufakat dapat ditentukan masalah yang menjadi prioritas.

Gambarannya, hasil tabulasi kelompok besar disajikan dalam lembar balik (flip chart) berukuran besar dengan disangga tiang penyangga. Presentasi dilakukan oleh penyaji yang di pandu oleh moderator. Mulai dari gambaran wilayah, perbatasan, jumlah penduduk, lingkungan rumah sampai dengan hal yang paling kecil. Semua tersaji dalam presentasi yang diakhirnya tersaji beberapa masalah yang paling sering muncul di desa tersebut yang kemudian di sharing ke masyarakat untuk ditentukan prioritas masalah di desa tersebut.

      5. Intervensi

Kegiatan yang dilakukan setelah proses MMD selesai. Intervensi dilaksanaan sesuai dengan prioritas masalah, misalnya melakukan penyuluhan, role play, melaksanakan kegiatan posyandu, membagikan PMT dan lain sebagainya.

Gambaranya, setelah menemukan masalah yang menjadi prioritas di desa yang bersangkutan, mahasiswa akan melakukan kegiatan untuk menangani prioritas masalah tersebut. Misalnya penyuluhan untuk masalah Gizi balita, Tanda – bahaya Kehamilan dan lain sebagainya. Kegiatan tidak hanya dilakukan pada ibu – ibu atau pun bapak – bapak , namun juga untuk anak – anak dan remaja, misalnya seperti penyuluhan kesehatan reproduksi, mengajarkan cara cuci tangan dan gosok gigi yang benar.

      6. Seminar Hasil

Merupakan puncak dari kegiatan PKL Kebidanan Komunitas, dimana kami mengumpulkan seluruh warga dari beberapa desa yang ditempati masing – masing kelas untuk menyampaikan hasil dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan di desa selama 2 minggu. Terdapat sesi pemaparan hasil PKL berupa slide dan sesi Tanya – jawab dengan puskesmas, bidan bahkan masyarakat secara langsung. Pada seminar hasil ini juga, mahasiswa mempersembahkan lagu atau yel – yel perpisahan. Ada haru, bahagia dan kesedihan, semua campur – aduk disini karena mahasiswa akan kembali menjalani aktifitas di kampus dan meninggalkan desa tempat komunitas.

Yaaa…..kurang lebih seperti itulah kegiatan PKL Kebidanan Komunitas, menyenangkan, mengharukan sekaligus menyedihkan karena harus berpisah dengan warga desa yang sudah terlanjur sayang dengan kita dan sebaliknya.

Apapun itu memang begitulah suka – duka PKL Kebidanan Komunitas. Semoga kedepannya mahasiswa kebidanan, khususnya Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta mampu terus bermanfaat bagi masyarakat. aamiin

-Sekian-

*Renny Andhie